Uncategorized

Jurusan Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi

Apa Itu Jurusan Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi

Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi merupakan ilmu kedokteran yang mempelajari alat pindai serta diagnosis bagian dalam tubuh manusia menggunakan sinar x, baik berupa gelombang elektromagnetik atau gelombang mekanik. Radiologi dan Radioterapi sendiri memiliki peranan vital untuk pasien sebagai kejelasan kondisi kesehatannya, selain itu juga berperan penting untuk tenaga medis dalam meningkatkan akurasi serta pengambilan tindakan lebih lanjut terhadap kesehatan pasien.

Baca juga : Pengertian Mengenai Jurusan Ilmu Keolahragaan

Kenapa Jurusan Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi

Tertarik mempelajari ilmu kesehatan tidak harus selalu di jurusan Kedokteran, Kamu juga bisa memilih jurusan lain, Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi misalnya. Terutama jika kamu memiliki ketertarikan khusus terhadap teknologi kedokteran, dan manajerial rumah sakit.

Meskipun bukan termasuk jurusan yang populer di kalangan pelajar. Namun jurusan ini memiliki prospek karir yang cerah lho. Sebab ketersediaan ahli Radio Diagnostik dan Radioterapi yang memadai di Indonesia baru di kisaran 5% dari jumlah keseluruhan Institusi Pelayanan yang ada. Dari berbagai data ini dapat disimpulkan kebutuhan akan tenaga ahli di bidang Radiologi masih sangat kurang untuk menunjang pelayanan perawatan yang mumpuni. Karenanya pilihan menekuni bidang ini merupakan pilihan yang cerdas, edufriends. Selain sesuai mintamu, kamu juga dapat turut serta dalam menciptakan ekosistem bidang kesehatan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Prospek Kerja Jurusan Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi

Radiographer Umum

Sebagai radiografer kamu akan:

  • Melakukan pemeriksaan pasien secara radiografi meliputi pemeriksaan untuk radiodiagnostik dan imejing termasuk kedokteran nuklir dan ultra sonografi (USG).
  • Melakukan teknik penyinaran radiasi pada radioterapi.
  • Menjamin terlaksananya penyelenggaraan pelayanan kesehatan bidang radiologi atau radiografi sebatas kewenangan dan tanggung jawabnya.
  • Menjamin akurasi dan keamanan tindakan poteksi radiasi dalam mengoperasikan peralatan radiologi dan atau sumber radiasi.
  • Melakukan tindakan jaminan mutu peralatan radiografi.
  • Radiologi Diagnostik & Intervesional

Sementara pada bidang radiologi diagnostik dan intervensional, tugas dan tanggung jawab radiographer adalah sebagai berikut:

  • Memberikan proteksi terhadap pasien, dirinya sendiri, dan masyarakat di sekitar ruang pesawat sinar-X.
  • Menerapkan teknik dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan paparan yang diterima pasien sesuai kebutuhan.
  • Melakukan kegiatan pengolahan film di kamar gelap.
  • Menetapkan prosedur diagnosis dan intervensional bersama dengan fisikawan medis dan dokter spesialis radiologi atau dokter yang berkompeten.
  • Bersama-sama dengan fisikawan medis dan dokter spesialis radiologi, memastikan kriteria penerimaan mutu hasil pencitraan dan justifikasi dosis yang diterima oleh pasien.

Radioterapi

Kamu juga bisa menjadi seorang Terapis Radiologi. Dengan gambaran pekerjaan sebagai berikut:

  • Melaksanakan pencitraan untuk simulasi terapi.
  • Melaksanakan terapi radiasi sesuai data perencanaan pemberian radiasi, yang telah ditetapkan oleh dokter spesialis onkologi radiasi atau dokter spesialis radiologi konsultan onkologi
  • radiasi dan fisikawan medis.
  • Memberikan proteksi terhadap pasien dan masyarakat di sekitar ruang peralatan radioterapi.
  • Menerapkan teknik dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan paparan radiasi yang tidak perlu bagi pasien; dan menerapkan dengan benar prosedur kerja dan teknik khusus radioterapi.

Radiografi Kedokteran Nuklir

Profesi lainnya yang dapat kamu tekuni adalah menjadi Ahli Teknologi Pengobatan Nuklir. Tugas dan tanggung jawab seorang radiographer di ranah kedokteran nuklir, diantaranya:

  • Memberikan proteksi terhadap pasien dan masyarakat di sekitar fasilitas kedokteran nuklir.
  • Menerapkan teknik dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan paparan yang diterima pasien sesuai kebutuhan dan standar. operasional prosedur yang berlaku.
  • Menerapkan dengan benar prosedur kerja dan teknik khusus penggunaan peralatan kedokteran nuklir.
  • Menjamin bahwa pasien diidentifikasi dengan benar dan bahwa informasi mengenai pasien telah direkam dengan benar.
  • Menyediakan informasi untuk pasien mengenai prosedur yang akan mereka jalani

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota : Pengetahuan & Keahlian

Deskripsi Jurusan

Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dikenal juga dengan nama jurusan Teknik Planologi. Jurusan ini mempelajari perencanaan kota dan wilayah dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk aspek sosial, ekonomi, dan politik. juga akan bekali dengan keterampilan menyusun rencana tata ruang serta mengevaluasi berbagai kebijakan dan program yang berhubungan sama rencana tata ruang dan tata wilayah.

Baca juga : Penjelasan Mengenai Jursuan Teknik Lingkungan

Pengetahuan dan Keahlian

  • Kemampuan analisis
  • Kemampuan meneliti
  • Kemampuan melakukan observasi
  • Kemampuan problem solving
  • Kemampuan berpikir rasional
  • Kemampuan berpikir terstruktur
  • Kemampuan komunikasi

 

5 Pilihan Prospek Kerja Perancanaan Wilayah & Kota

1. Perencana wilayah dan kota
Sesuai nama jurusannya, kamu bisa menjadi seorang perencana wilayah dan kota. Jenis pekerjaan yang satu ini memiliki definisi dan tanggung jawab yang luas. Kamu akan melakukan banyak survei, visitasi, hingga penelitian yang tujuan akhirnya adalah merencanakan layout wilayah dan kota. Selain itu, kamu juga akan berhubungan dengan banyak pihak, antara lain pemerintah, pengacara, developer, masyarakat, dan ilmuwan sosial untuk membahas tentang perencanaan serta penggunaan lahan.

2. Konsultan
Prospek kerja lulusan perencanaan wilayah dan kota selanjutnya adalah konsultan. Konsultan yang dimaksud bisa berbagai macam, mulai dari konsultan properti, konsultan arsitek, hingga konsultan sipil. Sebagai seorang konsultan, kamu bertanggung jawab untuk memberikan gambaran tentang desain dan biaya yang diperlukan untuk mendirikan sebuah proyek dan bangunan.

3. Perencana transportasi
Beberapa tahun belakangan, transportasi publik di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Sebagai contoh, Moda Raya Terpadu (MRT) mulai beroperasi pada 2019 lalu, seperti dikutip dari Bisnis. Adapun Lintas Rel Terpadu (LRT) yang sudah mulai beroperasi dan masih terus diperluas jangkauannya. Dengan demikian, tak heran jika perencana transportasi merupakan salah satu prospek kerja lulusan perencanaan wilayah dan tata kota yang paling diincar.

4. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Dikutip dari laman resmi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), seorang lulusan perencanaan wilayah dan tata kota juga memiliki kesempatan yang luas untuk bekerja di institusi pemerintahan. Beberapa lembaga yang menerima lulusan jurusan ini antara lain Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Perhubungan, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dengan bekerja di institusi pemerintahan, lulusan perencanaan wilayah dan tata kota otomatis termasuk dalam Pegawai Negeri Sipil (PNS).

5. Dosen
Prospek kerja lainnya yaitu dosen. Jika sudah lulus dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, kamu akan mendapat gelar Sarjana Teknologi (S.T.). Kemudian, kamu bisa melanjutkan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota sebagai syarat utama mengajukan diri sebagai dosen. Ada beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program S2 Perencanaan Wilayah dan Kota, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jurusan Kedokteran

Pengertian Jurusan Kedokteran

Salah satu jurusan kuliah yang banyak dijadikan idaman adalah jurusan kedokteran, yang setelah lulus tentunya akan menjadi seorang dokter. Dalam lingkungan perguruan tinggi jurusan ini dikenal sebagai jurusan pendidikan dokter dan dikenal masyarakat dengan istilah jurusan kedokteran. Jika kalian termasuk orang yang memiliki cita-cita menjadi dokter, alangkah baiknya berkenalan lebih jauh dengan jurusan satu ini dulu. Berikut informasinya.

Baca juga : Universitas Al-Azhar

Jurusan Kedokteran

Jurusan kedokteran merupakan salah satu dari sekian jurusan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Mahasiswa di jurusan ini akan mempelajari mengenai masalah kesehatan yang mencakup bagaimana memelihara kesehatan, mencegah penyakit, dan juga memberikan pengobatan. Agar bisa menguasai ilmu di dalam jurusan kedokteran ini maka mahasiswa perlu menguasai atau memahami anatomi, fungsi, dan juga interaksi di dalam tubuh manusia. Sehingga akan mengenal dan mempelajari mengenai otot, tulang, saraf, dan juga indera.

Selain mempelajari tubuh manusia, calon dokter di jurusan ini juga akan mempelajari mengenai berbagai jenis penyakit dan metode pengobatannya. Seorang dokter juga dibekali ilmu terkait obat-obatan yang nantinya berhubungan dengan penyakit yang ditangani. Mahasiswa di jurusan kedokteran juga akan mempelajari bagaimana melakukan pemeriksaan kepada pasien. Sekaligus menarik diagnosa penyakit dari hasil pemeriksaan yang didapatkan.

Apa yang dipelajari di Jurusan Kedokteran?

  • Anatomi
    Anatomi menjadi mata kuliah wajib mahasiswa kedokteran, mempelajari mengenai susunan bagian tubuh beserta organ di dalam tubuh manusia.
  • Kardiovaskuler
    Mata kuliah kardiovaskuler mempelajari mengenai sistem kerja organ jantung dan juga pembuluh darah. Merupakan ilmu wajib dikuasai oleh semua calon dokter.
  • Reproduksi
    Mata kuliah reproduksi akan mempelajari mengenai saluran atau organ reproduksi di tubuh manusia. Sekaligus berbagai jenis penyakit yang bisa terjadi di saluran reproduksi.
  • Respiratori
    Mata kuliah selanjutnya adalah respiratori yang mempelajari mengenai saluran pernafasan dan berbagai penyakit di saluran ini sekaligus cara mengobatinya.
  • Ilmu Bedah
    Mahasiswa di kedokteran juga akan mendapat mata kuliah ilmu bedah. Sesuai dengan namanya, mata kuliah ini akan mempelajari mengenai cara melakukan pembedahan atau operasi. Meskipun tidak semua dokter di masa depan menjadi ahli bedah kecuali mengambil spesialis bedah, ilmu di mata kuliah ini wajib dimiliki.
  • Ilmu Penyakit Dalam
    Mata kuliah ilmu penyakit dalam termasuk ke dalam bekal ilmu penting bagi seorang calon dokter. Lewat mata kuliah ini mahasiswa kedokteran akan mengenal berbagai jenis penyakit dalam, cara pemeriksaan, dan menentukan obat maupun metode pengobatan yang tepat.
  • Gastrointestinal
    Mata kuliah berikutnya adalah gastrointestinal yang mempelajari saluran pencernaan dan proses pencernaan di dalam tubuh manusia. Disini, mahasiswa kedokteran akan memahami sistem pencernaan manusia secara mendalam.