Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Kelas 4 SD Semester 1 Tema 1 Subtema 3 Pembelajaran 3

A. Permainan Engklek

Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang.

Peralatan: 

• Gacuk/pecahan genting 

• Kapur/tepung untuk garis batas

Cara Bermain: 

• Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar. 

• Siapkanlah gacuk sebelum bermain. 

• Lemparlah gacuk ke salah satu petak. 

• Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain. 

• Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada. 

• Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. 

• Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya. 

Simak video permainan engklek berikut.

Pemantulan dan Penyerapan Bunyi

Bunyi dapat dipantulkan dan diserap.

1. Pemantulan Bunyi 

Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi. 

2. Penyerapan Bunyi 

Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol. Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam. Dinding dan langit-langit gedung pertemuan, studio rekaman, dan gedung bioskop dilapisi dengan bahan-bahan tersebut supaya tidak terjadi gaung atau kerdam.

Macam-Macam Bunyi Pantul

1. Gaung atau Kerdam

Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan. Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas.

2. Gema

Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan. Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli. 

Gema sering terjadi di gua-gua, lembah-lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh serta permukaannya keras dan rapat. Selain itu, gema juga dapat dipergunakan untuk mengukur kedalaman jurang atau gua.

Penugasan!

Kerjakan tugas di bawah ini dengan benar dan disiplin!

1. Apa pelajaran yang kamu dapat dari permainan engklek?

2. Apa perbedaan gaung dan gema?

 

Posting Komentar

0 Komentar