Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Kelas 6 SD Semester 2 Tema 9 Subtema 1 Pembelajaran 6

Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Peristiwa sejarah bangsa Indonesia mendorong para pendiri bangsa untuk mempertahankan dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dengan berbagai cara. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa sebaiknya dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, karena persatuan dan kesatuan bangsa adalah pusaka yang harus dipelihara. Persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting bagi warga negara secara individu, sebagai masyarakat, dan juga sebagai bangsa dan negara.

1. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bagi Diri Sendiri 

Bagi diri sendiri, persatuan dan kesatuan mengandung arti bahwa setiap keinginan dan kepentingan pribadi harus disesuaikan dengan mengutamakan kepentingan orang banyak. Menghargai semangat persatuan memiliki arti penting bagi diri sendiri, di antaranya yaitu: a. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan saling menghargai dalam hidup bermasyarakat. b. Memperkuat persatuan di dalam keluarga.

2. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan bagi Masyarakat 

Dalam kehidupan masyarakat semangat persatuan dan kesatuan harus dimiliki seluruh anggota masyarakat, karena: a. Masyarakat yang bersatu akan lebih mudah menyelesaikan masalah di sekitarnya sehingga tercapai masyarakat yang aman, tenteram, dan damai. b. Masyarakat yang bersatu dapat mengatasi konflik dalam masyarakat yang dapat memecah belah. c. Dapat menumbuhkan sikap saling menghormati, bekerja sama, dan gotong royong dalam masyarakat.

3. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bagi Bangsa dan Negara Indonesia 

Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Bangsa yang bersatu akan lebih cepat dan mudah mencapai tujuan untuk menjadi masyarakat yang adil dan makmur. Tujuan tersebut harus berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila. Bangsa yang bersatu akan menjadi bangsa yang kuat dan dapat menyelesaikan permasalahannya dengan lebih baik. Bangsa yang bersatu akan selalu melestarikan unsur-unsur sosial budaya seperti sikap kekeluargaan dan jiwa gotong royong.

Bacalah teks berikut!

Kejujuran Wina
Oleh Fransisca Emilia

Menjelang malam hari, di sebuah rumah di Banyumanik, Semarang, seorang siswa kelas enam SD, Wina, baru ingat kalau esok pagi harus mengumpulkan tugas menulis cerpen. Wina lalu mencoba mengerjakan tugas itu. Namun hanya beberapa kalimat yang berhasil ia selesaikan. Selanjutnya buntu. 

Pandangan Wina lalu tertuju pada tumpukan majalah di rak buku. Ada beberapa majalah tua koleksi ibunya. Wina tiba-tiba mendapat akal. Ia tahu di majalah itu ada kolom untuk anak-anak yang memuat cerita anak. Wina lalu memilih salah satu cerita. Ia menyalin cerita itu. 

Esok paginya di kelas, Wina segera mengumpulkan tugasnya kepada Boy, si ketua kelas. Tera teman sebangkunya lalu menyapa Wina. “Cerpenmu sudah selesai, Wina?”

“Eeem…, Sudah, Tera,” jawab Wina ragu. “Aku menyalin dari majalah tua ibuku. Tapi jangan bilang siapa-siapa, ya?” bisik Wina. 

Tera terbelalak. “Lho? Itu namanya kamu jadi plagiator, Win!” 

“Plagiator?” Wina balik bertanya. 

“Iya. Kamu mencontek karya orang lain, berarti kamu plagiator.” 

“Tapi, ini kan hanya untuk tugas sekolah,” kilah Wina. 

“Tetap saja plagiat, Win! Tidak baik!” tegas Tera.

Bel masuk jam pelajaran pertama berbunyi. Wina tidak dapat berkonsentrasi sepanjang pelajaran. Ucapan Tera tentang plagiator tadi terus mengusiknya. 

Saatnya Bu Indi memasuki kelas. Wina gemetar menahan degup jantungnya yang berdetak hebat. Bu Indi masuk kelas dengan membawa setumpuk kertas tugas menulis cerpen yang telah dikumpulkan melalui Boy, ketua kelas. Bu Indi memang meminta tugas dikumpulkan lebih awal agar beliau punya waktu untuk membaca dan memeriksa pekerjaan murid-muridnya.

“Ibu sudah membaca certa-cerita kalian. Ada satu cerpen yang bagus sekali.” Bu Indi diam sejenak. “Wina, tolong maju dan bacakan cerpenmu, ya!” 

Wina terkejut. Ia lalu berjalan ke depan kelas dengan kepala tertunduk. 

 Bu Indi menyerahkan kertas tugasnya. “Silakan dibaca.”

Wina tiba-tiba memberanikan diri berkata. “Maaf, Bu. Sebenarnya, cerpen ini bukan karya saya. Saya menyalinnya dari sebuah majalah lama.” 

Terdengar helaan napas Bu Indi. Ruang kelas mendadak senyap. 

“Baiklah. Kembalilah ke bangkumu, Wina,” kata Bu Indi. 

“Anak-anak, mengambil karya orang lain dan diakui sebagai milik sendiri itu namanya menjiplak atau plagiat. Itu perbuatan yang tidak baik,”kata Bu Indi. 

Wina menunduk semakin dalam. 

“Namun, Ibu juga menghargai kejujuran Wina. Butuh keberanian besar untuk mengakui kesalahan. Wina telah bersikap sportif. Namun Wina tetap harus mengumpulkan tugas cerpen buatan sendiri besok pagi.” 

Wina mendesah lega karena mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Ia berjanji akan mengumpulkan cerpen karyanya sendiri tepat waktu seperti yang diminta Bu Indi.

Memahami Akor dan Interval dalam Sebuah Lagu

Sebuah lagu akan lebih menarik apabila dalam penyajiannya menggunakan hamoni dengan memperhatikan akor dan interval nada pada lagu tersebut. Perhatikan lagu berikut!



LATIHAN SOALNYA (KLIK DISINI)

Baca Juga:

1. Materi Kelas 1 Semester 2 

2. Materi Kelas 2 Semester 2 

3. Materi Kelas 3 Semester 2

4. Materi Kelas 4 Semester 2

5. Materi Kelas 5 Semester 2

6. Materi Kelas 6 Semester 2

Posting Komentar

0 Komentar