Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 6

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 6

Dampak Negatif dari Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan

Sampah bukanlah hal yang baru bagi kita. Jika kita mendengar kata ini, pasti terlintas di benak kita sampah adalah semacam kotoran, setumpuk limbah, sekumpulan berbagai macam benda yang telah dibuang ataupun sejenisnya yang menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. 

Sampah merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Masyarakat kota ataupun daerah yang padat penduduknya pasti menghasilkan sampah yang begitu banyak. 

Bayangkan, jika sampah terus-menerus dibuang, berserakan di tengah jalan. Dibuang di sungai, laut atau selokan air rumah kita. Berikut ini akibat yang timbul jika kita membuang sampah sembarangan.

• Menimbulkan bau busuk (pencemaran udara). 

Di tempat umum seperti taman, jalan, dan tempat rekreasi, sampah yang berserakan jelas berpengaruh ketika orang sedang beristirahat sambil menikmati alam. Hal ini diakibatkan bau yang timbul dari sampah tersebut. 

• Dapat menyebabkan banjir. 

Sampah yang setiap harinya kita buang di sungai dan selokan, walaupun hanya sedikit, tetapi lama-kelamaan akan menumpuk dan mengakibatkan penumpukan di gorong-gorong dan bendungan sungai. Pada gilirannya, penumpukan yang terjadi akan menghambat aliran sungai dan mengakibatkan air sungai meluap. Alhasil terjadilah banjir. 

• Menimbulkan penyakit. 

Sampah yang menumpuk tanpa ada tindakan selanjutnya akan mengalami pembusukan dan menjadi sarang nyamuk untuk bertelur sehingga yang dirugikan masyarakat itu sendiri. Macammacam penyakit yang ditimbulkan, yaitu demam berdarah, gangguan pernapasan, gatal-gatal, dll. 

• Mencemari air (sungai dan laut). 

Sampah yang dibuang di sungai selain mengakibatkan banjir, juga mengakibatkan pencemaran air, baik dari warna, bau, dan rasa air tersebut. Adapun sampah yang dibuang ke laut dampaknya sangat besar dan merugikan bagi masyarakat, antara lain: mencemari air laut, mengganggu ekosistem laut menggangu pelayaran. 

Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Peran serta masyarakat dapat dimulai dari skala individual rumah tangga, yaitu dengan mereduksi timbunan sampah rumah tangga. Teknik reduksi sampah ini dikenal dengan nama metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

1. Reduce

    a. Untuk pembelian produk-produk, hingga penggunaan bungkus ganda. Jika sudah dikemas dalam kardus tidak perlu dibungkus lagi dengan kertas dan dimasukkan kantong plastik.

    b. Memilih produk dengan kemasan yang meminimalkan sampah.

    c. Kemasan digunakan untuk produk yang memerlukan bungkus atau kemasan.

2. Reuse

    a. Menghindari produk sekali pakai, misalnya penggunaan bolpoin yang dapat diisi lagi.

    b. Menggunakan kembali botol-botol tempat minyak atau bahan makanan.

    c. Menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali.

3. Recycle

    a. Memisahkan sampah basah dengan sampah kering.

    b. Pendirian UDPK (Usaha Daur Ulang dan Pembuatan Kompos)

    c. Mengadakan tempat jual beli barang bekas.

LATIHAN SOALNYA (KLIK DISINI)

Sebarkan link:


Posting Komentar

0 Komentar