Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 4

 BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 4

Kondisi Sosial Budaya Vietnam dan Thailand

Sekarang kamu akan memperlajari tentang kondisi sosial budaya negara Vietnam dan Thailand.

Kondisi Sosial Budaya Vietnam  

Orang Vietnam merupakan kelompok terbesar di negara Vietnam. Mereka disebut Viet atau Kinh. Mereka tinggal di tepi pantai. Orang Hoa (etnis Tionghoa) tinggal di dataran rendah. Pakaian tradisional wanita Vietnam disebut Ao Dai. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria. Sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.

Kondisi Sosial Budaya Thailand

Thailand dikenal sebagai Negeri Gajah Putih. Penduduknya adalah etnis Thai dan Lao. Sebagian besar penduduk Thailand memeluk agama Buddha Theravada. Ada juga pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu. Bahasa Thailand merupakan bahasa nasionalnya. Bahasa inggris diajarkan di sekolah. Olahraga tinju tradisional Thailand disebut Muay Thai. Thailand merupakan daerah tujuan wisata. Banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung. Mereka ingin mengunjungi objek wisata pantainya, misalnya Pantai Pattaya.

Mencari Kata Kunci

Menemuka informasi dari bacaan akan lebih mudah jika memahami gagasan pokoknya dengan menemukan kata kuncinya. Kata kunci merupakan sebuah kata atau konsep dengan keistimewaan yang berarti kata apa pun yang digunakan sebagai kunci untuk menghubungkan ke kata lain atau informasi lain.

Bacalah bacaan berikut!

Pembangunan Sektor Pertanian di Asia Tenggara

    Pertanian merupakan sektor yang sangat strategis untuk menumbuhkan perekonomian negara, khususnya bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia Tenggara. Tiga negara, yaitu Thailand, Vietnam, dan Kamboja, menjadi contoh dalam penelitian ini untuk melihat pembangunan sektor pertanian. Bagi ketiga negara tersebut, sektor pertanian adalah ‘kunci’ perekonomian mereka dari waktu ke waktu. Sektor pertanian mempunyai arti yang sangat penting bagi masyarakat dan sangat berarti untuk menopang perekonomian negara di Asia Tenggara. Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand mengibaratkan “agriculture is the human life” (RRI & DOA, 2004: 30), yang dapat diartikan bahwa kehidupan masyarakat sangat bergantung pada sektor pertanian.


sumber: blog.tanihub.com

    Selain sebagai penyumbang perkembangan perekonomian, keuntungan lain yang didapatkan dari sektor pertanian adalah penyerapan tenaga kerja yang tinggi, khususnya tenaga kerja di pedesaan. Di Thailand, misalnya, dari tahun 2001 sampai dengan 2006, sektor pertanian menyerap 38% sampai dengan 39% dari seluruh total tenaga kerja (Encyclopedia of the Nations, 2001; Library of Congress, 2007). Sektor ini pun telah berjasa dalam menyerap tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika krisis ekonomi regional melanda Thailand pada tahun 1997-1998. Sementara itu, Kamboja Data World Bank (2005) menyebutkan bahwa sekitar 75%-85% penduduk bekerja pada sektor pertanian. 

    Sektor pertanian, terutama pertanian padi, merupakan sumber pendapatan utama bagi mayoritas petani di Thailand, Vietnam, maupun Kamboja. Ketiga negara ini mempunyai kelebihan sumber daya alam, antara lain terdapatnya kawasan subur untuk budidaya tanaman padi, seperti di Delta Sungai Mekong. Sebagai penghasil beras yang utama, kawasan Delta Mekong ini seringkali disebut sebagai “rice bowl”. Produksi pertanian di negara negara yang termasuk dalam kawasan DAS Mekong menjadi andalan utama untuk mencukupi kebutuhan penduduknya, dan juga untuk ekspor. Saat ini, Thailand adalah produsen beras pertama terbesar di dunia, yang diikuti oleh Vietnam. 

    Walaupun Thailand, Vietnam, dan Kamboja dikenal sebagai negara-negara pengekspor beras, tetapi fluktuasi produksi beras tetap saja mereka alami. Di Vietnam dan Kamboja sebagai contoh, produksi beras sempat menurun ke level terendah ketika kedua negara ini masing-masing mengalami perang saudara. Perang telah membuat rusaknya lahan pertanian dan infrastruktur penunjang, seperti saluran irigasi. Setelah perang berakhir, produksi beras perlahan pulih dan bangkit. 

Tanggung Jawab Warga Negara untuk Mengusahakan Kehidupan yang Layak

Negara-negara di wilayah ASEAN memiliki kondisi sosial budaya yang berbeda-beda. Akan tetapi, negara-negara tersebut memiliki persamaan, yaitu mengusahakan kehidupan yang layak bagi rakyatnya. Hak warga negara untuk mendapatkan penghidupan yang layak ditegaskan dalam Pasal 27 ayat (2) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonsia Tahun 1945 yang berbunyi "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan."

Hal yang dapat dilakukan negara atau pemerintah agar rakyat mendapatkan penghidupan yang layak sebagai berikut.

1. Memperbaiki sistem upah bagi tenaga kerja

2. Pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar pengangguran dapat dikurangi

3. Pemerintah melakukan pelatihan keterampilan

LATIHAN SOALNYA (KLIK DISINI)

Sebarkan link:


Posting Komentar

0 Komentar