Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 3 Pembelajaran 6

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 3 Pembelajaran 6

Mewarnai Gambar

Ada dua teknik mewarnai, yaitu teknik basah dan teknik kering.

1. Teknik Basah

Peralatan yang dipakai dengan media basah. Bahan warna umumnya disimpan di dalam sebuah tube, kaleng, atau botol. Peralatan yang termasuk media basah, yaitu cat air, cat poster, tinta bak, cat minyak, dan ecolin.

2. Teknik Kering

Peralatan yang dipakai dengan media kering. Cara penggunaannya dengan digoreskan secara langsung pada permukaan bidang gambar. Peralatan menggambar yang termasuk media kering, yaitu pensil, krayon, spidol, konte, dan drawing pen.

Informasi Penting dalam Teks

Dalam setiap bacaan pasti terdapat informasi penting yang dapat kita peroleh. Selain informasi, beberapa bacaan berisi peristiwa-peristiwa tertentu. Oleh karena itu, dengan membaca akan menambah pengetahuanmu dan memperluas wawasanmu. 

Bacalah teks berikut!

Uniknya Keragaman Budaya Indonesia dalam Festival Kuwung 2016

Festival Kuwung merupakan acara seni dan budaya sekaligus pesta rakyat yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya setiap tahun. Festival yang digelar dalam rangka hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke 245 ini menyuguhkan beragam tradisi daerah yang dikemas dalam sebuah pertunjukan yang megah. 

Rakyat Banyuwangi berpesta, penampilan seluruh peserta mampu mengundang decak kagum. Berbagai seni daerah tampil dengan sangat menarik dan menghibur. Tidak hanya para penari dan aksi teatrikal yang tampil dengan memikat, pawai mobil dengan aneka lampu yang menampilkan miniatur budaya daerah juga mampu mencuri perhatian. Ratusan pendukung acara pun tampil dalam balutan kostum yang atraktif. Ditambah iringan musik tradisional sepanjang acara membuat suasana malam Banyuwangi begitu meriah. 

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M.Y. Bramuda, Festival Kuwung 2016 mengangkat tema Kembang Setaman Bumi Blambangan. Tema ini sebagai perlambang keharmonisan hidup masyarakat Banyuwangi yang terdiri dari berbagai etnis dan latar belakang budaya. 

“Di Banyuwangi sendiri beragam etnis seperti suku Jawa, suku Using, suku Bali, Etnis Madura, Etnis Tionghoa, Etnis Arab menjadi penduduk daerah yang telah berpuluh tahun hidup berdampingan dalam kerukunan,” katanya.


sumber: banyuwangi merdeka

Festival Kuwung pun membingkai keragaman budaya beragam etnis dan suku tersebut dalam rangkaian fragmen yang menarik. Pembukaan Kuwung menyuguhkan Tradisi Saulak, Suku Mandar. Tradisi Saulak merupakan tradisi pernikahan khas warga Mandar yang merupakan warga pesisir pantai. Berikutnya pawai menampilkan etnis Jawa Mataraman membawakan fragmen berjudul Cungkup Tapanrejo yang mengisahkan babat alas warga Jawa dalam memulai kehidupan baru. 

Selain itu, juga ada penampilan suku Using yang menampilkan Sarine Kembang Bakung. Cerita ini mengisahkan kegigihan dan semangat masyarakat desa dalam melestarikan budaya adat Using. Sementara itu pawai Etnis Madura tampil dengan pakaian khas daerahnya. Para penampil membawakan Tari Topeng dan fragmen yang mengisahkan mata pencaharian mereka sebagai petani kakao. Etnis Bali menampilkan tradisi Melasti Bali Banyuwangen. Juga tidak ketinggalan atraksi Ogoh-Ogoh yang menjadi ciri khas perayaan Nyepi umat Hindu. 

Etnis Tionghoa juga memeriahkan acara dengan menampilkan fragmen bertema Liong Harmoni Tionghoa. Mereka menampilkan berbagai tarian dengan kostum khasnya. Suasana semakin meriah dengan penampilan Barongsai. Sebelumnya Festival Kuwung juga dimeriahkan oleh penampilan defile perwakilan dari beberapa daerah, seperti kota Bogor, Kediri, Sleman, Probolinggo hingga Sumbawa Barat yang menampilkan tari Kipas.

LATIHAN SOALNYA (KLIK DISINI)

Sebarkan link:

Posting Komentar

0 Komentar