Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 3 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 3 Pembelajaran 3

Pengaruh Kegiatan Ekonomi terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari kegiatan ekonomi. Apa sajakah kegiatan ekonomi yang dilakukan sehari-hari? Kegiatan ekonomi meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Ketiga kegiatan ekonomi ini saling berkaitan satu sama lain. Satu kegiatan ekonomi terhambat, akan mengganggu kegiatan ekonomi lainnya.

1. Produksi

Produksi adalah kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

Kegiatan produksi berpengaruh terhadap kesejahteraan pemilik sumber daya ekonomi dan produsen. Sumber daya ekonomi adalah barang atau jasa yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan. Bagi pemilik sumber daya ekonomi, adanya proses produksi memungkinkannya memperoleh balas jasa. Balas jasa ini berupa sewa, bunga modal, atau gaji. Dengan balas jasa ini, pemilik sumber daya ekonomi dapat memenuhi kebutuhan hidup. Semua dilakukan dalam upaya mencapai kemakmuran hidup.

2. Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan hasil produksi dari produsen ke konsumen. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut distributor. 

Tujuannya distribusi agar hasil produksi dapat segera sampai kepada konsumen dengan cepat dan tepat sehingga kebutuhan konsumen segera terpenuhi.

3. Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Untuk mengonsumsi barang atau jasa, masyarakat mengeluarkan pengorbanan tertentu. Pengorbanan dapat berupa uang atau waktu.

Kegiatan ekonomi dapat berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bacalah teks berikut!

Masih Pedas! Harga Cabai Rawit Di Klaten Kini Rp120.000 Per Kg

Solopos.com, KLATEN – Harga cabai rawit di Klaten hingga kini masih stabil tinggi mencapai Rp120.000 per kg. Para pedagang memilih tak menjual cabai dalam jumlah banyak selagi harga cabai masih selangit.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten, Mursidi, mengatakan masih tingginya harga cabai rawit itu berdasarkan hasil pemantauan ke sejumlah pasar tradisional. "Setiap pasar kami ambil sampling lima pedagang ternyata sama. Harga cabai rawit merah Rp120.000 per kg, hampir sama dengan harga daging sapi Rp125.000 per kg," ungkap dia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/3/2021).

Harga stabil pada Rp120.000 per kg dari sebelumnya Rp110.000 per kg itu sudah bertahan selama sepekan terakhir dan hanya pada jenis cabai rawit merah. Sementara, harga cabai keriting maupun teropong masih normal kisaran Rp25.000-Rp50.000 per kg.

Selama ini cabai yang dijual pedagang berasal dari luar kabupaten seperti Temanggung, Boyolali, serta dari wilayah Jawa Timur. "Dari petani di Klaten sendiri produksinya sedikit. Wilayah-wilayah petani cabai di Klaten sedikit salah satunya di Prambanan," tutur dia.

Mursidi mengatakan tingginya harga cabai lantaran pasokan menyusut. Para petani mengalami gagal panen lantaran faktor cuaca. "Karena memang gagal panen. Kemudian belum sempat merah karena takut busuk akhirnya dipanen sejak dini," urai dia.

Disdagkop dan UKM tak bisa mengintervensi agar harga cabai rawit segera turun. Pasalnya, harga sudah ditentukan petani dan lantaran faktor gagal panen harga cabai melambung. Dia juga belum bisa memperkirakan hingga kapan harga cabai tersebut bakal menurun. Harga itu tergantung hasil panen petani.

(Sumber: https://www.solopos.com/masih-pedas-harga-cabai-rawit-di-klaten-kini-rp120-000-per-kg-1113808)

LATIHAN SOALNYA (KLIK DISINI)

Sebarkan link:

Posting Komentar

0 Komentar