Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 2

Pola Lantai Gerak Tari

Pada saat menari, penari kadang bergerak ke kiri, ke kanan, maju, mundur, atau bergerak membentuk lingkaran. Jika digambarkan, seolah-olah ada satu garis imajiner yang dilalui penari selama menyajikan satu tarian. 

Garis imajiner juga dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari dalam memperagakan tarian. Para penari dapat membentuk formasi garis lurus, lengkung, segitiga, atau lingkaran. Bentuk formasi garis dapat berubah-ubah selama penari menampilkan sebuah tarian. 

Garis imajiner yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari disebut pola lantai. Pola lantai merupakan garis imajiner yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Secara umum, pola lantai berupa garis lurus atau garis lengkung. Bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang. Perhatikan gambargambar berikut.



Bentuk pola lantai dari gerak yang dilalui penari



Siklus Air dan Bencana Kekeringan

Peristiwa siklus air merupakan peristiwa sehari-hari yang sering tidak disadari oleh manusia. Siklus air menghasilkan air bersih yang berguna untuk kehidupan manusia. Manusia memerlukan air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga pertanian. 


sumber: kompas otomotif

Siklus air menghasilkan air bersih. Pada saat proses penguapan, kotoran pada air tidak ikut menguap. Uap air yang menguap adalah uap air yang bersih. Pada saat turun hujan, air yang dihasilkan pun adalah air bersih dan siap digunakan untuk berbagai keperluan.

Air hujan yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, lalu menjadi air tanah. Air tanah adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah. Air ini biasanya lebih jernih dan bersih, karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan. Untuk mendapatkan air tanah, manusia membuat sumur dengan cara menggali lubang. 

Air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akan terus mengalir menjadi air permukaan. Lalu, air itu menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau, dan laut. Air permukaan adalah air hujan yang tak dapat diserap oleh tanah tetapi diserap oleh permukaan tanah, sehingga mengalir di atas permukaan tanah dan kemudian menguap kembali. Air ini biasanya lebih kotor, karena mengandung lumpur. Air ini juga biasanya membawa berbagai macam material dari proses erosi. 

Pada musim kemarau, air hujan yang turun menjadi berkurang. Air hujan yang turun biasanya langsung diserap oleh tanah menjadi air tanah. Jika air sungai dan danau surut akan menyebabkan berkurangnya penguapan air sebagai pembentuk titik-titik air di awan. Akibat dari semakin sedikitnya awan adalah semakin berkurangnya curah hujan. Oleh karena itu, sumur-sumur penduduk pun menjadi kering. Di saat inilah biasanya terjadi kelangkaan air bersih. Jika kelangkaan air bersih terjadi dalam waktu yang panjang, bencana kekeringan akan terjadi. Mari kita biasakan menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.

Siklus Air (Hidrologi)

Siklus air (water cycle) biasanya disebut juga daur hidrologi, yang diartikan sebagai suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan dari laut ke atmosfer, atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut lagi. Dengan kata lain, siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari satu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya.

Mengingat siklus air selalu berulang dari waktu ke waktu, meskipun dengan berbagai variasi atau pergeseran waktu dan intensitasnya, jumlah air secara total tetap sama. Tinggal bagaimana manusia dapat mengelola air dan siklusnya itu sehingga dapat memberi manfaat yang maksimal dan tidak menjadi bencana.

Faktor utamanya cuaca yang menyebabkan berkurangnya pasokan air. Faktor pendukung lainnya ialah faktor lingkungan yang dapat memperparah kondisi kekeringan. Di antaranya, tidak tersedianya cadangan air sebagai bufer di musim kemarau. Seperti yang telah disampaikan, dengan siklus air yang terus berulang, penyimpanan air saat musim hujan tiba sangat diperlukan untuk mengurangi dampak kekeringan.

Untuk menangani masalah kekeringan dalam jangka pendek (dalam satu musim kering), biasanya tidak terdapat banyak pilihan. Apabila kekeringan sangat parah, prioritas utama ialah memenuhi kebutuhan air yang sangat mendesak, yakni air minum dan kebutuhan sehari-hari. Beberapa alternatif yang bisa dilakukan misalnya pengeboran air tanah dalam. Namun, itu hanya bisa dilakukan di daerah-daerah tertentu yang memungkinkan.

LATIHAN SOALNYA (KLIK DISINI)

Sebarkan link:






Posting Komentar

0 Komentar