Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

Tangga Nada 

Tangga nada dapat diartikan sebagai urutan nada yang disusun secara berurutan.

Selain itu, tangga nada juga dapat diartikan sebagai susunan nada yang berjenjang dari sebuah sistem nada.

Tangga nada dibedakan menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.

A. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis adalah tangga nada dengan jarak dua tangga nada. Jarak tangga nada diatonis adalah satu dan setengah.

Pada sistem tangga nada diatonis, satu rangkaian nada memiliki tujuh nada pokok, dengan nada kedelapan adalah pengulangan nada pertama.

Urutan nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do, adalah contoh tangga nada diatonis.

Tangga nada diatonis dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu tangga nada minor dan tangga nada mayor.

Nada diatonis dapat kita temukan pada alat musik seperti piano.

BACA JUGA --> Tangga Nada Mayor dan Minor

B. Tangga Nada Pentatonis

Pada tangga nada pentatonis, hanya menggunakan lima nada pokok saja.

Tangga nada yang ada pada tangga nada pentatonis dibedakan oleh jarak antarnada, juga pilihan nada yang didengar.

Nah, tangga nada pentatonis dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan nadanya, yaitu tangga nada pelog dan tangga nada slendro.

Nada pentatonis dapat kita temukan pada alat musik jawa, seperti gamelan jawa.

BACA JUGA --> Tangga Nada Pelog dan Slendro

Proses Daur Air

Bacalah teks berikut!

Daur Air

    Sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air. Oleh karena itu, bumi sering disebut planet berair. Semua air hujan yang jatuh di permukaan bumi, hanya sepertiganya yang mengalir ke sungai dan kembali ke laut. Dua pertigas sisanya meresap ke dalam tanh dan batu-batuan. Air meresap berada di dalam tanah selama bertahun-tahun sebagai air tanah. Air tanah tersebut akan keluar dalam bentuk mata air dan sumur.

siklus air

    Air menguap karena adanya sinar matahari. Uap air selanjutnya berkumpul menjadi satu membentuk awan. Ketika awan menjadi dingin, uap air mengembun dan mengubak berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air itulah yang akhirnya jatuh menjadi hujan. Hujan jatuh di daratan dan lautan. Sebagian hujan yang jatuh di daratan kemudian dimanfaatkan oleh makhluk hidup, sebagian lagi tertampung di danau dan sungai. Air tersebut selanjutnya mengalir menuju ke laut. Saat terkena sinar matahari, sebagian kecil air laut menguap. Lalu terjadi lagi rentetan peristiwa di atas. Peristiwa peredaran air dengan berbagai perubahan wujud yang terjadi secara berulang di alam tersebut dinamakan daur air atau siklus air.

Tugas aktivitas

Bacalah teks berikut!

Semut dan Beruang

Pada suatu hari, Beri si Beruang melihat ke dalam mata air. Beri mengeluh, “Sepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air!” Beri lalu menundukkan kepala, melihat ke tanah dengan teliti. Ah, ia melihat seekor semut hitam berjalan membawa guci mungil di pundak. 

“Berhenti, semut!” teriaknya. “Aku tak akan membiarkanmu mengambil air di sumber airku lagi. Kamu sudah terlalu banyak mengambil air. Berhenti atau kucakar kau!” ancam Beri Beruang. 

Semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri. Ia merangkak ke bawah beberapa helai daun kering. Ia terus berjalan menuju sumber mata air. Beri mencakar dan mengendus daun-daun sambil berteriak, “Tak ada gunanya sembunyi! Aku bisa menemukanmu!” 

Semut hitam berteriak dari arah belakang Beri, “Kenapa kamu pelit sekali? Bayi-bayi semut di lembah semut sangat kehausan. Air di mata air ini kan masih banyak sekali. Bahkan masih cukup untuk seribu rusa.” 

“Dengar kataku!” geram Beri sambil membalik tubuhnya. “Aku tak akan memberikanmu air lagi. Semua semut dilarang mengambil air di sini lagi!” 

Semut Hitam terdiam sebentar. Lalu katanya, “Apa boleh buat, kalau kau sudah memutuskan begitu! Tapi aku tetap akan mengambil air untuk bayi-bayi semut di lembah!” 

Beri beruang sangat marah. Namun, Semut Hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya, tetapi ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon oak. 

Semut-semut yang haus menunggu di lembah semut. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka berbaris menuju mata air. Salah satu semut melihat guci air milik Semut Hitam yang tergeletak di jalan. 

 “Pasti Semut Hitam mendapat masalah. Lihatlah! Ini gucinya, tapi dia tidak tampak!” Mereka memungut guci itu dan terus berjalan. 

Saat itu seekor kelinci mengintip dari balik semak. Kelinci itu mengangkat telinganya dan berbisik, “Jangan pergi ke mata air itu. Pulanglah, kalian dalam bahaya. Beri sedang marah. Ia bilang, air di mata airnya berkurang. Ia akan mencakar semut-semut yang berani mengambil air dari mata airnya!” 

Akan tetapi semut-semut itu tidak takut. “Mana beruang itu sekarang?” tanya mereka. 

“Ia sedang di rumahnya beristirahat,” jawab Kelinci. 

Semut-semut itu berbaris seperti tali sepatu di rumput. Mereka melihat seekor tupai duduk di pohon dan bertanya, “Apa kami sedang berjalan tepat ke arah sarang beruang?” 

“Ya, ya, ini memang jalan ke arah sarangnya,” jawab Tupai. “Tapi sebaiknya kalian balik ke rumah. Beri beruang dari tadi berteriak terus. Katanya, kalau kalian mengambil air dari mata airnya, ia akan mencakar kalian.” 

Akan tetapi semut-semut itu tak mau kembali. Mereka terus berbaris seperti tali sepatu di tanah. Hari hampir malam ketika mereka tiba di depan pohon oak tua. Mereka melihat sekeliling, dan menemukan sebuah retakan di tanah. Mereka masuk ke dalamnya, dan mulai menggali sebuah lubang. 

“Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menggali?” tanya Tikus Tanah yang merasa terganggu dari tidurnya. “Kami ingin menangkap Beri beruang. Kami sedang membuat jebakan untuknya,” kata para semut. 

“Bahaya sekali!” seru Tikus Tanah. 

“Dia pasti sudah menangkap Semut Hitam saudara kami. Ia juga berniat mencakar kami, hanya karena kami mengambil air dari mata air!” kata semut-semut. 

“Aku akan menolong kalian menggali di bawah sarangnya. Aku pernah hampir tertangkap dia dahulu.” 

Seharian itu, para semut dan Tikus Tanah menggali lubang di bawah sarang Beri. Mereka terus menggali selama sepuluh hari. Beri beruang sama sekali tidak curiga. 

Suatu malam di hari kesepuluh, Beri beruang kembali ke sarangnya dengan hati gembira. Ia berhenti di depan rumahnya di pohon oak dan berkata pada dirinya, 

“Aku sudah makan dan minum sampai kenyang. Satu-satunya yang bikin aku jengkel adalah semut-semut itu. Mereka masih berani mengambil air dari mata airku! Besok akan aku hancurkan lembah semut itu! Akan kucakar mereka dengan cakarku seperti ini…

” Beri beruang mulai mencakar ke segala arah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sarangnya dan… BRRUUKK…

Lantai sarangnya jebol. Beri beruang jatuh ke lubang di bawah sarangnya. Lubang itulah yang telah digali para semut dan Tikus Tanah. Beri Beruang harus terus tinggal di lubang itu, kecuali ada penjaga hutan yang menemukannya. 

Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Saat itu Semut Hitam saudara mereka juga sudah kembali ke rumah. Ternyata ia hanya terpeleset di jalan. Jadi tidak ada yang merusak kebahagiaan mereka sekarang. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.

1. Buatlah prosa dari cerita Semut dan Beruang!

Latihan soal

Ayo, isikan dengan jawaban yang jelas dan tepat!

1. Sebutkan dua macam tangga nada!

2. Sebutkan macam-macam tangga nada diatonis!

3. Apa yang terjadi dengan air yang jatuh ke tanah atau permukaan bumi?

4. Jelaskan proses pembentukan awan!

5. Apakah air laut dapat mengalami penguapan?

Sebarkan link:

Materi lain:

Kelas 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 6

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4



Posting Komentar

0 Komentar