Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

Mengenal Tempo dan Nada dalam Lagu Daerah

Lagu daerah merupakan lagu atau musik yang berasa dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan, baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Lagu daerah menggunakan bahasa daerah atau bahasa setempat. Selian itu, bentuk lagu daerah juga sangatlah sederhana. Biasanya lagu daerah banyak yang bertemakan tentang kehidupan sehari-hari sehingga mudah diterima dan dipahami semua orang dari berbagai daerah. Umumnya, pencipta lagu daerah tidaklah diketahui alias no name (NN)


Video Lagu Sajojo: 


Dalam menyanyikan lagu daerah, kamu harus memperhatikan tempo dan tinggi rendahnya nada. Hal ini ditujukan agar lagu yang kamu nyanyikan terdengar merdu.

Tempo adalah cepat lambatnya lagu dinyanyikan. Tempo dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tempo cepat, tempo sedang, dan tempo lambat. Pemilihan tempo dalam suatu lagu harus disesuaikan dengan isi lagu. Sebagai contoh, lagu yang menggambarkan keriangan biasanya menggunakan tempo cepat. Lagu untuk menidurkan bayi biasanya menggunakan tempo sedang ataupun tempo lambat. 

Sementara itu, tinggi rendah nada merupakan cara menyanyikan lagu sehingga menghasilkan nada tinggi ataupun nada rendah sesuai dengan notasi lagu. Berikut urutan tinggi rendah nada yang disebut tangga nada dengan notasi angka dan notasi balok.




Semakin ke kanan, nada semakin tinggi. Sebaliknya, semakin ke kiri, nada semakin rendah. Nada bertitik di bawah berarti nada rendah, nada tidak bertitik berarti nada sedang, dan nada bertitik di atas berarti nada tinggi. 

Nada-nada yang bertitik di bawah disebut tangga nada oktaf rendah, nadanada yang tidak bertitik disebut tangga nada oktaf sedang, dan nada-nada yang bertitik di atas disebut tangga nada oktaf tinggi. Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Susunan nada yang berurutan naik atau turun disebut tangga nada. Tentu saja jarak antarnada yang berurutan itu naik atau turun tertentu pula 1 2 3 4 5 6 7 1. .

Jenis Cerita Fiksi

Fiksi merupakan suatu karangan bukan berdasarkan kejadian nyata, melainkan dari imajinasi dan pikiran seseorang. Berikut jenis-jenis cerita fiksi.

1. Legenda, yaitu sebuah cerita tentang asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Asal Usul Danau Toba, Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan Baru Klinting.

2. Dongeng, yaitu cerita yang tidak benar-benar terjadi. Contoh dongeng Cinderella.

3. Mite, yaitu cerita mengenai dewa-dewa bersifat sakral dan mistis. Contoh Nyi Roro Kidul, dan Dewi Sri.

4. Sage, yaitu cerita mengandung unsur sejarah. Contoh Damarwulan, dan Ciung Wanara.

5. Epos, yaitu cerita kepahlawanan. Contoh Ramayana, dan Mahabarata.

6. Cerita jenaka, yaitu cerita yang lucu. Contoh Pak Pandir, dan Si Kabayan.

7. Novel, yaitu karangan prosa panjang yang mengandung cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya. Contoh Harry Potter karya J.K. Rowling.

8. Fabel, yaitu cerita binatang. Contoh Kancil yang Cerdik, dan Serigala yang Licik.

9. Cerpen, yaitu jalan cerita kurang dari 10.000 kata, memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan pada satu tokoh dalam satu situasi. Contoh Tamasya dengan Perahu Bugis karangan Usman.

Pengaruh Gaya terhadap Gerak Benda

1. Benda diam menjadi bergerak

Misalnya, kelereng yang awalanya diam, kemudian kita dorong maka kelereng akan bergerak menggelinding.

2. Benda bergerak menjadi diam

Misalnya, saat kamu mengendarai sepeda, tiba-tiba ada kucing lewat di depanmu. Secara otomatis kamu akan memberikan gaya pada sepeda supaya berhenti dengan cara mengerem.

3. Mengubah gerak benda menjadi cepat atau lambat

Misalnya, jika kamu mendorong meja kemudian dibantu kakakmu mendorong ke arah yang sama. Tentunya mendorong meja akan lebih cepat laju geraknya karena ada penambahan gaya dari kakakmu.

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cepat lambatnya gerak suatu benda dipengaruhi oleh besar kecilnya gaya yang diberikan pada benda tersebut. Semakin kecil gaya yang diberikan maka benda akan semakin lambat bergerak. Sebaliknya jika gaya yang diberikan semakin besar maka benda akan semakin cepat bergerak. Besar gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer. Sebutan gaya dinyatakan dalam Newton (N).

Tugas aktivitas

Bacalah teks bacaan berikut!

Cerita Rakyat Rawa Pening

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang sakti. Kesaktiannya ini membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu, sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat. Luka-luka baru akan muncul begitu luka lama mulai kering. Keadaannya kondisi tubuhnya itu, tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengannya. Jangankan bertegur sapa, berdekatan saja orang tidak mau. Mereka takut tertular.

Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang perempuan tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia pun berkelana mencari perempuan tua dalam mimpinya tersebut. Di setiap kampung yang ia datangi, ia selalu ditolak oleh penduduk. Mereka merasa jijik dan mengusir anak ini.

Akhirnya, sampailah ia di sebuah kampung yang sebagian besar penduduknya adalah orang-orang yang sombong. Tidak banyak orang yang miskin di desa itu. Mereka akan diusir atau dibuat tidak nyaman kalau tinggal di sana. Hal ini mengusik hati anak kecil ini.

Pada sebuah pesta yang diselenggarakan di kampung itu, anak kecil ini berhasil masuk. Namun, orang-orang segera mengusirnya dan mencaci-makinya. Ia langsung diseret keluar.

Pada saat terseret, ia berpesan kepada orang-orang itu supaya lebih memerhatikan orang tak punya. Mendengar kata-kata anak itu, beberapa orang makin marah, bahkan meludahinya sambil berkata, “Dasar anak setan, anak buruk rupa!”

Anak itu merasa terluka dengan perlakuan orang-orang tersebut. Lalu, ia menancapkan sebuah lidi di tanah don berkata, “Tak ada satu pun yang bisa mencabut lidi ini dari tanah, hanya aku yang bisa melakukannya!”

Orang-orang meragukan ucapan anak tersebut. Mereka pun mencoba mencabut lidi tersebut. Namun, tak seorangpun dapat melakukannya. Dalam beberapa hari, lidi itu tak bisa tercabut. Suatu hari, secara diam-diam, anak itu datang don mencabut lidi itu. Tanpa sepengetahuannya, ada seorang warga yang melihatnya dan melaporkannya kepada warga yang lain.

Dari tempat lidi itu dicabut, mengalirlah mata air. Semakin lama, air itu semakin deras. Air menenggelamkan daerah tersebut, sehingga menjadi sebuah telaga yang kini bernama Telaga Rawa Pening.

Tidak ada yang selamat dari musibah itu kecuali seorang perempuan tua yang berbaik hati memberinya tempat tinggal dan merawatnya. Secara ajaib penyakit kulit anak itu sembuh.

Namun, penyihir jahat yang telah menyihir si anak itu tidak terima dengan kesembuhan itu. Kemudian, ia menyihir anak itu menjadi seekor ular besar dengan sebuah kalung genta di lehernya.

Konon, ular ini sering keluar dari sarangnya pada tengah malam. Setiap kali bergerak, dentingan kalung di lehernya selalu berbunyi klentang-klenting. Bunyi inilah yang kemudian membuatnya dinamakan Baru Klinting.

Kemunculan ular itu diyakinin masyarakat sebagai tando keberuntungan bagi nelayan nelayan yang tidak mendapat ikan.

Kini, Telaga Rama Pening adalah objek wisata yang sangat populer di Jawa Tengah. Tempat ini terletak di Desa Bukit Cinta, Kabupaten Ambarawa.

(Sumber: dongengceritarakyat.com)

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1. Siapa tokoh dalam cerita tersebut?

2. Termasuk jenis cerita fisik apa cerita tersebut? Alasannya?

3. Apa pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita tersebut?

Latihan soal

Ayo, isikan dengan jawaban yang jelas dan tepat!

1. Jelaskan yang dimaksud dengan tempo!

2. Disebut apakah nada-nada yang bertitik bawah?

3. Jelaskan yang dimaksud dengan mite!

4. Sebutkan beberapa contoh mite!

5. Apa yang dimaksud dengan bergerak?

Sebarkan link:

Materi lain:

Kelas 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 1 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 2 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 3 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5

BDR Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 6

Kelas 6

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 1

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 3

BDR Rangkuman Materi Kelas 6 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4





Posting Komentar

0 Komentar