Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 2

 Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 2

A. Kalor Dapat Mengubah Bentuk Benda

Tentu kalian pernah melihat titik-titik air di daun pada pagi hari. Namun, menjelang siang hari titik-titik air sudah tidak ada karena menguap terkena panas maatahari. Peristiwa ini disebut penguapan. Kalor berperan mengubah air menjadi uap air pada peristiwa penguapan.

Kalor dapat mengubah wujud zat. Kalian tentu masih ingat bahwa zat dapat berwujud padat, cair, dan gas apabila menerima kalor. Sebaliknya, zat gas dapat berubah wujud menjadi zat cair apabila zat iru melepaskan kalor. Zat cair dapat berubah wujud menjadi zat padat apabila melepaskan kalor. Zat padat akan berubah wujud menjadi zat cair apabila menerima kalor. Contohnya, es menerima kalor. Air akan berubah wujud menjadi uap air apabila dipanaskan. Artinya, air menerima kalor. Sebaliknya, uap air akan berubah wujud menjadi air apabila didinginkan. Artinya, uap air melepaskan kalor. Air akan berubah wujud menjadi es apabila didinginkan. Artinya, air melepaskan kalor.

B. Menemukan Kosakata Baku dan Tidak Baku pada Bacaan

Bacalah teks berikut!


sumber: halosejarah

Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi

Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia mempersiapkan dirinya untuk merdeka. Perundinganperundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemerdekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut. 

1. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 

2. Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah diadakan Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.

C. Memperagakan Gerak Tari dan Pola Lantai

Berdasarkan jumlah penari, tari dibagi menjadi tiga, yaitu bentuk tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok.

Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui penari saat melakukan gerak tari. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian antara laiin.

1. Pola lantai vertikal (lurus). Pola lantai ini membentuk garis depan ke belakang dan sebaliknya.

2. Pola lantai horizontal. Pola lantai ini membentuk garis lurus ke samping.

3. Pola lantai diagonal. Pola lantai ini membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri.

4. Pola lantai garis melengkung. Pola lantai ini membentuk lingkaran.

TUGAS AKTIVITAS Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 2 --> KLIK DISINI

LATIHAN SOAL Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 2 --> KLIK DISINI

Posting Komentar

0 Komentar