Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3

 

Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3 

A. Lahirnya Pancasila

Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima, dan sila artinya dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada saat Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang pertama. Berikut usulan-usulan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh bangsa.


1. Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara, yaitu: 

    a. peri kebangsaan, 

    b. peri kemanusiaan, 

    c. peri ketuhanan, 

    d. peri kerakyatan, dan 

    e. kesejahteraan rakyat.

2. Prof. Dr. Supomo (31 Mei 1945)

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo dalam pidato singkatnya mengusulkan lima asas: 

    a. persatuan 

    b. kekeluargaan 

    c. keseimbangangan lahir batin 

    d. musyawarah 

    e. keadilan rakyat


3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Pada hari terakhir Sidang BPUKPI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato tanpa teks tentang calon rumusan dasar negara Republik Indonesia, yaitu: 

    a. internasionalisme, 

    b. peri kemanusiaan, 

    c. mufakat atau demokrasi, 

    d. kesejahteraan sosial, dan 

    e. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ir. Soekarno juga mengusulkan bahwa kelima sila menjadi dasar negara dapat diringkas menjadi Trisila yang rumusnya sebagai berikut.

    a, Nasionalisme, yaitu nasionalisme dan internasionalisme

    b. Sosiodemokrasi, demokrasi dengan kesejahteraan rakyat

    c. Ketuhanan Yang Maha Esa

Ir. Soekarno mengusulkan lima asas sebagai dasar negara tersebut diberi nama Pancasila.

Di akhir sidang BPUPKI pertama, rumusan Pancasila belum terbentuk sehingga dibentuklah panitia kecil yang disebut panitia sembilan yang bertugas menampung serta memeriksa usulan konsep dasar negara. Pada akhirnya rumusan dasar negara telah berhasil dibentuk dan tertuang dalam Jakarta Charter sebagai berikut.

    a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

    b. Kemanusiaan yang adil dan beradab

    c. Persatuan Indonesia

    d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

    e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Akant tetapi, isi dan rancangan rumusan dasar negara tersebut sempat menimbulkan perdebatan karena terdapat anak kalimat ".... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" karena tidak semua warga Indonesia bergama Islam.

Oleh karena itu, untuk menghindari perpecahan diadakan sedikit perubahan pada rumusan sila pertama. Akhirnya tanggal 18 Agustus 1945 pada sidang PPKI disahkan UUD 1945. Dalam Pembukaan UUD 1945 termuat isi rumusan prinsip dasar negara yaitu Pancasila yang berbunyi sebagai berikut.

    a. Ketuhanan Yang Maha Esa

    b. Kemanusiaan yang adil dan beradab

    c. Persatuan Indonesia

    d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

    e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

B. Makna Pancasila dalam Keragaman Budaya

Perkembangan teknologi dan iptek diikuti globalisasi menyebabkan banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia. Dalam menyikapi perkembangan tersebut, kita sebagai warga negara Indonesia tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila. Kita harus selalu bersikap bijaksana dan tetap waspada menerima perkembangan dunia. Pengaruh globalisasi dapat kita trima dengan baik tanpa harus kehilangan kepribadian bangsa Indonesia. Jadi, kita sebagai bangsa Indonesia harus berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Budaya asing yang masuk ke Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila kita tinggalkan.

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan dalam lingkup budaya yang berbeda-beda. Sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, kita harus saling menghargai perbedaan. Sejak dahulu bangsa Indonesia telah menunjukkan sikap kerukunan serta kerja sama dalam masyarakat yang beragam yaitu melalui kegiatan gotong royong. Kegiatan gotong royong adalah kegiatan untuk membantu anggota masyarakat secara bersama-sama dan sularela. Selain itu, masayarakat Indonesia juga menanamkan sikap musyawarah untuk mencapai mufakat. Sikap musyawarah dlakukan untuk mencapai keputusan bersama tanpa adanya paksaan untuk kepentingan bersama.

AKTIVITAS Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3 --> KLIK DISINI

LATIHAN SOAL Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3 --> KLIK DISINI









Posting Komentar

0 Komentar