Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 5

 Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 5

A. Menyanyi dan Bergerak Menggunakan Pola Lantai

Pada saat melakukan penampilan gerak tari akan terasa lebih indak jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantainya.

Peragakan gerak berikut dengan iringan lagu "Maju Tak Gentar" ciptaan C. Simanjuntak!


B. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan


sumber: tribunnews

Ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, banyak pihak asing yang tidak menyetujuinya. Pihak-pihak asing tersebut antara lain Sekutu, terutama Belanda dan Inggris. Demikian pula dengan Jepang. Banyak tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia belum mengetahui jika mereka telah kalah dan menyerah kepada Sekutu. Mereka juga belum tahu jika bangsa Indonesia telah merdeka. 

Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Inggris. Inggris merupakan perwakilan Sekutu di Asia Tenggara. Tentara Inggris ini diberi nama AFNEI di bawah pimpinan Jenderal Sir Philip Cristison. Inggris bertugas melucuti senjata tentara Jepang yang masih ada di Indonesia serta membebaskan tawanan perang Sekutu. 

Kedatangan Inggris yang ternyata juga diboncengi tentara sipil Belanda yang disebut NICA ditentang oleh rakyat dan pemerintah Indonesia. Mereka tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Perlawanan rakyat terjadi di mana-mana. Perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni perlawanan fisik dan diplomasi. Perlawanan fisik dilakukan dengan kontak senjata. Adapun perjuangan dengan diplomasi dilakukan melalui meja-meja perundingan. Perlawanan fisik dilakukan di berbagai daerah, antara lain sebagai berikut.

1. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Berawal dari tewasnya Jenderal Mallaby, pimpinan Sekutu. Adapun tokoh yang terlibat adalah Bung Tomo, Gubernur Suryo, dan Kolonel Sungkono.

2. Palagan Ambarawa, terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 di Ambarawa, Jawa Tengah. Kemudian, setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri Nasional. Insiden ini bermula dari Sekutu mempersenjatai tawanan yang sudah dibebaskan. Sekutu juga membebaskan orangorang Belanda secara sepihak. Adapun tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Kolonel Isdiman dan Kolonel Sudirman. 

3. Bandung Lautan Api, terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Insiden ini bermula dari ultimatum Sekutu meminta senjata yang diperoleh dari tentara Jepang untuk diserahkan kepada Sekutu. Namun, rakyat Bandung menolaknya, bahkan membakar Kota Bandung agar tidak dikuasai Sekutu. Tokoh yang terlibat antara lain Moh. Toha, Abdul Haris Nasution, dan Suryadi Suryadarma. 

4. Medan Area, terjadi pada tanggal 10 Desember 1945 karena orangorang Belanda menginjak-injak bendera Merah Putih. Tokoh yang terkenal adalah Ahmad Tahir. 

5. Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Peristiwa ini dipicu Belanda yang menduduki Kota Yogyakarta dan mempropagandakan bahwa TNI telah hancur. Tokoh yang terlibat antara lain Letkol. Suharto dan Sultan Hamengkubuwono IX.

Perjuangan secara diplomasi juga dilakukan dari perundingan satu ke perundingan yang lain. 

1. Perundingan Linggarjati Diadakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, Cirebon, Jawa Barat. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhon. Hasil perjanjian ini sebagai berikut.

    a. Belanda hanya mengakui Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatra. 
    b. Negara Indonesia Serikat terdiri dari Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan  Negara Kalimantan. 
    c.Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan satu uni dengan nama Uni Indonesia-Belanda yang diketuai Belanda. Namun, Belanda mengingkari perjanjian ini dan melancarkan Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947. 

2. Perjanjian Renville 
Perjanjian Renville diadakan pada tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat. Isi perjanjian ini sebagai berikut. 

    a. Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatra. 
    b. Semua pasukan RI harus ditarik mundur dari wilayah-wilayah yang diduduki Belanda. 
    c. Belanda tetap berdaulat di seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan segera dibentuk. Namun, Belanda lagi-lagi mengingkari isi Perjanjian Renville dan melakukan Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1949.

 3. Perjanjian Roem Royen 
Diadakan pada tanggal 17 April 1949 di Jakarta. Indonesia diwakili oleh Moh. Roem dan Belanda diwakili oleh Van Royen. Isi perjanjian ini sebagai berikut. 
    
    a. Pemerintah Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta. 
    b. Menghentikan gerakan militer dan mengembalikan tawanan. 
    c. Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat. 
    d. Akan segera dilaksanakan Konferensi Meja Bundar.

C. Perubahan Wujud Benda

Kalor dapat mengubah wujud benda pada peristiwa mencair. Setelah itu, kalor juga dapat mengubah beda pada peristiwa penguapan. Penguapan adalah peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Pada peistiwa tersebut terjadi penyerapan kalor. Contoh peristiwa perubahan wujud karena penguapan antara lain.

1. Bensin dibiarkan di tempat terbuka lama-lama akan habis. 

2. Minyak kayu putih dibiarkan di dalam botol terbuka dalam waktu lama akan berkurang isinya. 

3. Baju basah akan kering ketika dijemur di bawah panas matahari. 

4. Pembuatan garam dengan cara menguapkan air laut sehingga garam mengendap.

LATIHAN SOAL Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 5 --> KLIK DISINI










Posting Komentar

0 Komentar