Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 4

 Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 4

A. Upaya Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia


sumber: pelajaran sekolah

1. Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan 

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama di Gedung Kesenian Jakarta. Sidang dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Anggota Sidang PPKI sebanyak 27 orang. Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain sebagai berikut. 

a. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi RI. 

b. Memilih presiden dan wakil presiden, Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI. 

c. Tugas presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional. 

PPKI melanjutkan pekerjaannya guna melengkapi berbagai hal yang diperlukan bagi berdirinya negara dengan melaksanakan sidang pada tanggal 19 Agustus 1945. 

Dalam sidang kedua, PPKI menghasilkan keputusan, antara lain sebagai berikut. 

a. Menetapkan dua belas kementerian yang membantu tugas presiden dalam pemerintah. 

b. Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan provinsi, yaitu Provinsi Sumatra , Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sunda Kecil, Provinsi Maluku, Provinsi Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan.

2. Pembentukan Komite Nasional Indonesia  (KNI)

PPKI kembali mengadakan sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memiliki agenda pokok tentang rencana pembentukan Komite Nasional dan Badan Keamanan Rakyat. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta. Tujuannya sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat. 

3. Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara

Dalam rapat Pleno PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945, diputuskan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang merupakan induk organisasi dengan tujuan untuk memelihara keselamatan masyarakat, serta merawat para korban perang. Perkembangan situasi negara makin membahayakan. Pimpinan negara menyadari bahwa sulit untuk mempertahankan negara dan kemerdekaan tanpa angkatan perang. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah memanggil pensiunan Mayor KNIL Oerip Soemoharjo dari Yogyakarta ke Jakarta dan diberi tugas membentuk tentara kebangsaan. Dengan Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, terbentuklah organisasi ketentaraan yang bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 

4. Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Seluruh Daerah di Indonesia 

Bentuk pemerintah daerah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 (sebelum diamandemen). Pasal tersebut berbunyi: Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar musyawarah dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, berarti daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi. Setiap daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil. 

Sesuai dengan keputusan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 bahwa tugas presiden dibantu oleh Komite Nasional, di daerah-daerah tugas gubernur (kepala daerah) juga dibantu oleh Komite Nasional di daerah. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Daerah yang ada di tiap-tiap provinsi merupakan lembaga yang akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebelum diadakan pemilihan umum. Dengan terbentuknya pemerintahan di daerah, yang dibantu oleh Komite Nasional di daerah, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan, baik di tingkat pusat maupun di daerah.  

B. Unsur- Unsur Bacaan

Unsur- unsur bacaan sebagai berikut.

1. Tema: pikiran utama yang mendasari bacaan

2. Tokoh: individu yang mengalami peristiwa dalam bacaan

3. Alur: jalannya cerita atau urutan rangkaian peristiwa dalam bacaan

4. Latar: keterangan bacaan yang berkaitan dengan waktu, tempat, dan suasana

5. Amanat: pesan yang ingin disampaikan dalam bacaan

C. Unsur-Unsur Budaya

1. Religi/ Kepercayaan

Indonesia memiliki 6 agama resmi, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha,  dan Kong Hu Cu.

2. Mata Pencaharian

Sebagian penduduk Indonesia menjadi petani karena memang tanahnya subur. Sementara itu, orang-orang yang tinggal di tepi sungai atau pantai mengandalkan perikanan sebagai mata pencahariannya. Lalu, ada pula yang menjadi pedagang, peternak, pekerja jasa, atau mata pencaharian lainnya.

3. Teknologi dan peralatan

Teknologi berkaitan dengan kepandaian dan keterampilan orang dalam membuat atau melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Teknologi bermula dari bentuk yang sangat sederhana, lalu berkembang terus sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.

4. Kesenian

Kesenian dapat dikelompokan menjadi dua macam. 

a. Kesenian yang dapat dinikmati oleh mata, misalnya seni patung, seni ukir, seni lukis, seni rias, seni tari, seni pedalangan (wayang), dan seni olahraga. 

b. Kesenian yang dapat dinikmati oleh telinga, misalnya seni musik dan seni sastra. Setiap suku di Indonesia juga memiliki lagu daerah, alat musik, dan berbagai keseniannya sendiri-sendiri.   

5. Pengetahuan

Berbagai suku bangsa di Indonesia telah memiliki pengetahuan yang tinggi. Pengetahuan itu telah mereka terapkan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.

6. Sistem Kemasyarakatan

Sistem kemasyarakatan adalah pola hidup yang menjadi kebiasaan dan dianut serta telah menjadi kebiasaan suatu masyarakat. Ada sistem perkawinan, sistem kekerabatan, dan sistem berperilaku dalam masyarakat. Contohnya, sistem marga pada suku Batak dan sistem trah pada suku Jawa. Kedua contoh ini merupakan sistem kekerabatan suku-suku tersebut. 

7. Bahasa

Setiap suku bangsa mempunyai alat komunikasi sendiri-sendiri yang terkadang hanya dimengerti dan dipakai oleh suku itu sendiri. Itulah yang dinamakan dialek.

Bahasa kita disatukan dengan bahasa persatuan bahasa Indonesia. 

D. Memperagakan Karya Tari dengan Pola Lantai

Kalian telah belajar tentang pola lantai, ada pola lantai vertikal, horizontal, diagonal, dan melengkung. Berikut gerakan tari dan pola lantai pada tari kelompok. Gerakan tari pada gambar berikut menggambarkan semangat kepahlawanan.

Perhatikan pola lantai pada tari tersebut.

Gerak 1

Gerak 2



LATIHAN SOAL Materi Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 4 --> KLIK DISINI




Posting Komentar

0 Komentar