Guber News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


TANGGA NADA: PELOG DAN SLENDRO

Tangga nada sledro dan pelog merupakan tangga nada pentatonis, yang berarti hanya memiliki lima nada pokok. Tangga nada slendro dan pelog merupakan tangga nada yang digunakan pada alat-alat musik tradisional, seperti gamelan jawa.

Sumber: dictio.id


A. PELOG

Pelog (bahasa Jawa: pélog) adalah satu dari dua tangga nada (dalam literatur sering disebut juga sebagai "laras") pokok dipakai dalam musik gamelan asli dari masyarakat di Pulau Bali (juga sebagian Pulau Lombok) dan Pulau Jawa di Indonesia.

Tangga nada pelog biasanya menggunakan susunan nada yang berbunyi seperti nada-nada do – mi – fa- sol – si. Salah satu lagu daerah yang menggunakan tangga nada ini adalah lagu Gundhul Pacul dari Jawa Tengah.

Ciri-ciri tangga nada pelog adalah:

1. Nada pelog terdiri dari nada do-mi-fa-sol-si.

2. Nada pelog digunakan untuk memberi kesan tenang.


B. SLENDRO

Sléndro atau kadang kala dieja sebagai saléndro adalah satu dari dua tangga nada (dalam literatur sering disebut juga sebagai "laras") pokok dipakai dalam musik gamelan asli dari masyarakat di Pulau Bali (juga sebagian Pulau Lombok) dan Pulau Jawa di Indonesia. Skala ini lebih mudah untuk mengerti daripada pelog ataupun skala yang lain, karena adalah secara mendasar hanya lima nada dekat yang berjarak hampir sama dalam satu oktaf.

Sedangkan tangga nada slendro biasanya menggunakan susunan yang berbunyi seperti nada-nada do – re – mi – sol – la. Salah satu contoh lagu dengan tangga nada slendro ini adalah lagu Cublak-Cublak Suweng dari daerah Jawa Tengah. 

Ciri-ciri tangga nada slendro adalah:

1. Nada slendro terdiri dari nada do-re-mi-sol-la.

2. Nada slendro digunakan untuk memberikan kesan gembira dan lincah

(Sumber: brainly.co.id, dengan pembaruan)

Posting Komentar

0 Komentar